MAKALAH TENTANG “FISIKA dalam Bioteknologi” ALAT PENGERING KAKAOMAKALAH TENTANG “FISIKA dalam Bioteknologi” ALAT PENGERING KAKAO

 

MAKALAH TENTANG “FISIKA dalam Bioteknologi”

ALAT PENGERING KAKAO

 

 

                                                  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

Siti Khairunnisa

 210343606446

 

 

 

 

 

 

 

UN IVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOTEKNOLOGI

Oktober 2021

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Dengan mengucapkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT yang  telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat  menyelesaikan penulisan makalah ini. Serta tidak lupa shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW semoga kita  mendapat syafaatnya. Adapun judul makalah ini “Alat Pengering Kakao”. Makalah ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti syarat penugasan makalah draft mata kuliah fisika untuk bioteknologi yang diampu oleh Dr. Parno, M.Si. Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

            Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia. Sumbangan devisa dari ekspor kakao tahun 2002 adalah sebesar US$ 701 juta, terbesar ketiga dari subsektor perkebunan setelah karet dan kelapa sawit. Sekitar 80% produksi kakao Indonesia digunakan untuk ekspor, sedangkan sisanya digunakan sebagai bahan baku industri coklat dalam negeri. Kakao umumnya diekspor dalam bentuk biji dengan kadar air sebesar 6% - 8% untuk kebutuhan industry (Vector, 2016)

Kakao merupakan pohon yang berasal dari Amerika Selatan. Pohon ini memiliki tinggi yang beragam sesuai dengan usia dari pohon kakao itu sendiri, akan tetapi tinggi kakao sengaja dijaga agar tidak lebih dari 5 meter melalui peremajaan tanaman untuk memperbanyak dahan dengan harapan mampu meningkatkan produktifitas buah kakao. (Maulana, 2017).

Masalah yang biasa dihadapi masyarakat dalam proses produksi, khususnya yang berhubungan dengan pengolahan pangan yaitu pengeringan bahan terutama pada musim penghujan. Sehingga bagus tidaknya proses pengeringan bahan sangat mempengaruhi dari kualitas biji kakao tersebut. (Fikri, 2007).

Saat ini ada dua cara untuk mengeringkan kakao hingga kakao dapat dijual kepenampung (gudang), pertama dengan menjemur kakao dibawah sinar matahari selama sehari dengan kondisi tanpa mendung untuk menghilangkan lendir pada biji kakao kemudian dilanjutkan dengan alat pengering kakao selama kurang lebih tiga jam. Pengeringan kakao dengan cara ini dirasa kurang efektif dikarenakan memakan waktu yang cukup lama ditambah lagi apabila selama satu minggu matahari tidak muncul (mendung) maka terpaksa pengeringan kakao harus ditunda hingga matahari muncul (tidak mendung). Kedua, biji kakao dikeringkan langsung menggunakan alat pengering kakao tanpa dijemur di bawah terik sinar matahari, cara pengeringan yang kedua ini cukup menjanjikan karena pengeringan kakao dengan cara ini tidak tergantung dengan cuaca yang sedang terjadi, namun demikian pengeringan cara kedua ini kurang efektif karena lendir yang dimiliki oleh kakao membuat kakao lengket pada pengering sehingga selama proses pengeringan kakao harus dibolak-balik menggunakan skop atau kayu, selain itu sebaran suhu yang tidak merata yang dapat mencapai 1100C - 1290C membuat pengeringan kakao menjadi tidak sempurna karenatingginya suhu yang dihasilkan oleh pengering kakao saat ini. Oleh sebab ituperlu adanya inovasi baru mengenai desain alat pengering kakao skala industri kecil.

 

B.     RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yaitu:

1.      Bagaimana cara kerja alat pengering biji kakao?

2.      Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan biji kakao

3.      Bagaimana hasil dari proses pengeringan biji kakao?

C.    PENELITIAN

Rumusan masalahyaitu:

1.      Mengetahui cara kerja alat pengering biji kakao jenis rotari.

2.      Mengetauhi waktu yang diperlukan dalam proses pengeringan biji kakao

3.      Menurunkan persentase kadar air dari basah menjadi kering pada biji kakao.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. Tanaman Kakao

Kakao termasuk tanaman perkebunan berumur tahunan. Tanaman tahunan ini dapat mulai berproduksi sekitar umur 3-4 tahun. Menurut Tjitrosoepomo (1988), tanaman kakao memiliki sistematik sebagai berikut:

Buah kakao berbentuk elip dengan panjang 15 cm hingga 20 cm. Biji dan daging kakao sendiri tersusun rapih di dalam kulit buah kakao, jika buah kakao dibelah menjadi dua maka susunan biji kakao dan dagingnya.

Kakao merupakan tanaman perkebunan di lahan kering, dan jika diusahakan secara baik dapat berproduksi tinggi serta menguntungkan secara ekonomis. Sebagai salah satu tanaman yang dimanfaatkan bijinya, maka biji kakao dapat dipergunakan untuk bahan pembuat minuman, campuran gula-gula dan beberapa jenis makanan (Hamidan, dkk. 2017)

 Indonesia merupakan negara penghasil kakao ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, dengan produksi yang terus tumbuh 3,5 persen tiap tahunnya. Data dari FAO menyebutkan bahwa Indonesia memproduksi 574.000 ton kakao di tahun 2010, menyumbang sekitar 16 persen dari produksi kakao global.

 

 

 

 

 

 

B. Pengeringan

Pengeringanbiasanya merupakan proses terakhir dari sederetan suatu operasi, dan hasilnyasiap untuk dikemas. Adapun tujuan pengeringan antara lain:

1. Agar produk dapat disimpan lebih lama.

2. Mempertahankan daya fisiologik bahan

3. Mendapatkan kualitas yang lebih baik,

4. Menghemat biaya pengangkutan.

 

C.  Jenis-Jenis Alat Pengering

Dalam kehidupan sehari-hari ada berbagai macam jenis alat pengering yang sering digunakan yaitu sebagai berikut (Brooker, dkk. 1992):

1. Tray Dryer       

Tray Dryer digunakan untuk mengeringkan bahan - bahan yang tidak boleh diaduk saat pengeringan, sehingga didapatkan hasil berupa zat padat yang kering. Tray Dryer sering digunakan untuk laju produksi kecil.

 

2. Spray Dryer

Spray Dryer digunakan untuk menguapkan dan mengeringkan larutan dan bubur hingga kering. hasil produk berupa zat padat yang kering.

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Melalui hasil dan pembahasan pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa:

1.      Cara kerja alat pengering biji kakao jenis rotari yaitu dengan memasukan biji kakao ke dalam drum pengeringan. Waktu yang diperlukan dalam proses pengeringan biji kakao yaitu selama 30 menit bila biji kakao masih memiliki dagingnya. Bila dilakukan penjemuran terlebih dahulu selama 1 hari sampai hilang daging pada biji kakao, maka pemanasan yang diperlukan selama 15 menit.

 

B. Saran

1.        Pengujian alat pengering ini bukan hanya dilakukan untuk biji kakao saja namun dapat juga dilakukan untuk biji pinang.

2.        Alat Pengering dapat dimodifikasi sedemikianrupa sehingga mudah dibawa atau bersifat portable.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Bulandari, S., 2016, Pengaruh Produksi Kakao Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Kolaka Utara, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

 Maulana, E., 2017, Perancangan Alat Pengering Biji Kakao Tipe Rotari Sederhana Pada Usaha Mandiri Di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran, Universitas Lampung

Vector, AP., 2016, Aplikasi Infrared Heater Untuk Mesin Pengering Biji Kakao Dengan Metode Pengendali PI, Universitas Pancasila Indonesia

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DRAFT MAKALAH